
Serigala
Kaukah yang mengapung rinduku
dan memanah jantungku dengan
sekilas matamu yang berbisa ular
langit katamu langit kataku
bukankah cinta yang mengapung
antara kenyataan dan kepalsuan
kau menyalakan bintang-bintang
di langit gelap saat bulan mati
dan udara menjadi racun hitam
cinta apakah yang kau nyalakan
sehingga tubuhku menjadi serigala
yang merindui bau darah pada setiap
bulan purnama jatuh di puncak nafasmu
kau sekuntum tulip dan aku serigala
yang melapah seluruh rasa cinta
yang membakar di dalam dadamu
dalam dadaku lebur mengabu ke langit
kau sekuntum tulip yang terlempar
dari perbukitan resah desah nafas purba
cinta yang mengapung pada segenap udara
yang menghantar racun dan bisa maut
dan aku serigala yang berlari
di segenap gunung dan lembah
menghidu bau cinta yang gugur
dari segenap tulip putih yang menulis
namamu; dari racun dan bisa dunia purba
cinta yang terlempar ke bumi
kau cinta yang mengapung
di dadaku saat taring serigalaku
membenam ke lurah jantungmu
S.M. Zakir
Kaukah yang mengapung rinduku
dan memanah jantungku dengan
sekilas matamu yang berbisa ular
langit katamu langit kataku
bukankah cinta yang mengapung
antara kenyataan dan kepalsuan
kau menyalakan bintang-bintang
di langit gelap saat bulan mati
dan udara menjadi racun hitam
cinta apakah yang kau nyalakan
sehingga tubuhku menjadi serigala
yang merindui bau darah pada setiap
bulan purnama jatuh di puncak nafasmu
kau sekuntum tulip dan aku serigala
yang melapah seluruh rasa cinta
yang membakar di dalam dadamu
dalam dadaku lebur mengabu ke langit
kau sekuntum tulip yang terlempar
dari perbukitan resah desah nafas purba
cinta yang mengapung pada segenap udara
yang menghantar racun dan bisa maut
dan aku serigala yang berlari
di segenap gunung dan lembah
menghidu bau cinta yang gugur
dari segenap tulip putih yang menulis
namamu; dari racun dan bisa dunia purba
cinta yang terlempar ke bumi
kau cinta yang mengapung
di dadaku saat taring serigalaku
membenam ke lurah jantungmu


No comments:
Post a Comment